Bila darah menentukan lain

Mei 5, 2008

Tulisan ini sejatinya adalah sempilan mengenai pengetahuan tentang golongan darah yang telah dibicarakan sebelumnya. Sebelum lanjut pada pembahasan mengenai makanan yang tepat untuk golongan darah, ada satu penemuan yang sangat menarik dari seorang ahli di Jepang, Furukawa Takeji, dalam bukunya “The Study of temperament through Blood Type”. Dimana dikatakan bahwa golongan darah seseorang akan menentukan karakternya.

Apabila makanan yang sesuai bagi golongan darah akan mempengaruhi keadaan fitalitas tubuh, maka dalam hal ini golongan darah akan menentukan keberhasilan karier.

Kenapa?? Di Jepang sana sistem penerima karyawan maupun mitra kerja sangat mempertimbangkan kesesuaian antara golongan darah yang diyakini menentukan karakter seseorang, dengan jabatan, jenis pekerjaan atau posisi yang tersedia. Mari kita simak.

Untuk Golongan darah A. Kelompok manusia dengan golongan darah ini adalah mereka yang suka dan butuh kenyamanan. Sehingga mereka cenderung menghindari konfrontasi. Apabila mereka menemukan suasana yang tidak nyaman bagi dirinya mereka cenderung untuk menarik diri, sehingga terkesan pemalu dan suka mengasingkan diri. Kenyamanan tentunya akan didapat dari suatu keharmonisan, Maka orang-orang dengan golongan darah A akan melakukan segala sesuatu untuk mencapai titik keharmonisan yang diinginkan. Dalam dunia kerja kondisi ini akan berimbas kepada etos kerja yang sangat bertanggung jawab, menjadi orang yang layak di’pandang’, menjadi pemimpin dan sanggup mengatasi keadaan kritis, dalam situasi kepanikan orang disekitarnya.

Dengan demikian orang-orang bergolongan darah A, layak ditempatkan pada jabatan sebagai direktur, manajer, kepala departemen, supervisor, guru, team leader, atau posisi kepemimpinan lainnya.

Golongan darah B, adalah kelompok orang yang akan menjadi ahli di bidangnya masing-masing, sesuai minat. Mereka tipe pekerja yang akan menggali dan mendalami sesuatu sampai keakar-akarnya sekalipun hal itu tampak tidak mudah. Justru tantangan ini yang mereka butuhkan. Karena kelompok orang ini lebih sering berdiri diatas fakta yang didapat dari hasil pengamatan mereka sendiri, maka biasanya mereka sangat logis dan kurang mempertimbangkan intuisi atau perasaan. Mereka cenderung tidak mendengarkan pendapat orang yang mereka anggap tidak ahli, sehingga terkesan tidak kooperatif, dingin, dan lebih suka mengikuti aturan sendiri.

Mereka dengan golongan darah B lebih tepat ditempatkan pada posisi jajaran konseptual, bukan operasional; seperti pemrograman, arsitektur, konsultan, akunting, manajer keuangan, dan peneliti.

Golongan darah gabungan dari kedua golongan diatas, adalah golongan darah AB. Kelompok orang dengan golongan darah ini berdiri diujung spektrum karakter dari kedua golongan darah yang membentuknya. Seperti di satu sisi mereka seorang yang pemalu atau suka mengasingkan diri, dalam saat yang bersamaan disisi lainnya mereka sangat antusias dan terbuka. Mereka dengan mudah berubah karakter sesuai dengan kebutuhan lingkungan. Apabila dirasa situasinya nyaman, maka kelompok orang ini akan tampil dengan hasil kerja yang gemilang. Sehingga mereka menjadi orang yang dapat dipercaya. Sensitifitas dari golongan A dan logika diatas fakta membuat mereka menjadi kelompok orang yang unik, sangat suka seni dan metafisika. Kesan yang terlihat adalah tenang, damai dan sedikit filosofis.

Dengan demikian kelompok orang dengan golongan darah AB, sangat tepat menjadi penasehat corporate atau konsultan, manajer HRD, manajer CSR, atau sederhananya mereka tepat ditempatkan pada posisi yang berkaitan dengan komunikasi, dan resolusi korporasi dengan shareholders maupun stakeholders.

Golongan darah O. Golongan darah yang berdiri sendiri dengan karakter yang kuat. Mereka sangat percaya diri sehingga tidak mau ambil pusing terhadap hal-hal yang menurut mereka tidak perlu dipikirkan. Mereka akan mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam pikiran mereka dengan jujur dan secara langsung. Kemampuan mereka menempatkan mereka sendiri sebagai orang-orang yang penuh semangat, dan berjiwa sosial tinggi, tetapi sangat fleksibel. Mereka akan mendengarkan pendapat orang dan mempertmbangkannya dengan bijaksana. Selain itu kelompok orang dengan golongan darah O, sangat suka menjadi pusat perhatian. Bila mendapat lawan bicara yang tepat mereka akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk membicarakn sesuatu dengan pola yang positif, konstruktif, optimis, dan motivatif.

Maka posisi yang tepat bagi mereka adalah public relation managers, negosiator dan hal-hal lain yang berhubungan dengan komunikasi publik.

Nah, dari tulisan di atas, barangkali sekarang kita bisa mengerti kalau sering sekali ada rasa “males berangkat kerja” atau “tidak nyaman di tempat kerja” ??? Karena mungkin pekerjaan kita tidak cocok dengan karakter yang muncul sesuai dengan golongan darah yang kita miliki!!!

Yoook rame-rame lirik-lirik cari celah yang pas di perusahaan atau kantor sebelah….!!!! Heheheh….!!


Anak ku Sayang….

April 9, 2008

Lagi. Hari ini teman yang datang mengantar si kecil menemui ku, bercerita tentang sang mantan pacar. Betapa dia bangga dan mengagumi karier sang istri yang melaju cepat. “Wah dia hebat euy sekarang sudah jadi bos dikantornya” ujarnya sambil menurunkan pandangan mata ke tangan telapak tangannya.

“Kalo lagi sibuk dan terlalu cape, dia tidak pulang ke rumah. Dia sudah kos, ehmmm tepatnya punya apartemen deket kantor” tambahnya.

“Hmmm … asik dong ga jauh ke kantornya…” komentar ku…

Sambil didalam hati aku menangkap ada getaran pedih dari nada suaranya.

Aku bisa bayangkan, seorang ayah yang juga bekerja kebetulan dekat dengan rumah, ditinggal berdua dengan anak perempuannya oleh sang ibu, yang kebetulan bekerja jauh dari rumah.

Hmmm….banyak pertanyaan dalam kepala ku.

1. Lho, kok bisa begitu? kangen ga ya sang ibu pada anaknya? (Ih!!… aku ini mau tau urusan orang aja sih??)

2. Bapak ini sebenernya ikhlas ga ya istrinya bekerja sampai ga pulang karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya? ( lho itu kan hak azazi manusia untuk mengaktualisasikan diri tokh ? )

3. Hubungan seperti ini normal ga ya? atau…. mereka memang mulai pisah rumah? rasanya kemungkinan ini ada kalau mendengar ada getaran pedih di suara bapak ini. ( Ah! Gosip deh…! )

4. Bagaimana perasaan anaknya? ( Nah yang ini belum ketauan…)

5. Bagaimana perasaan sang ibu? Bisa saja dia bekerja juga karena keadaan yang memaksa. ( Bisa jadi lho, bukan karena tuntutan pribadi semata..)

6. Bagaimana…..bagaimana…..bagaimana…..

Dan berikutnya masih banyak pertanyaan yang membuat aku agak melamun dan sejenak berkaca kepada keadaan ku.

Dalam keadaan aku sekarang ini, sehat walafiat dan punya sedikit penghasilan, bisa bersama anak-anak dan suami. Rasanya nikmat sekali. Terbayang bila aku menua dan anak-anak mulai besar, punya dunia sendiri. Bekerja dan berumahtangga. Apakah mereka masih bisa kenal aku dan bisa menerima aku? Rasanya sah saja bila mereka berbeda pendapat bahkan tidak dapat hidup bersama ku lagi. Biarpun pada masa kecilnya aku menghabiskan waktu dengan mereka. Karena mereka adalah manusia pada zamannya, dan kita manusia pada zaman yang sudah lewat.

Sekarang bagaimana dengan orangtua yang semasa anak-anak kecil tidak punya waktu kenal dengan anak-anaknya, seperti sang ibu tadi ? Apa rasanya melihat anak-anak dewasa kemudian menjauh ?

Hmmm membayangkannya saja rasanya sediih sekali… Rasanya waktu yang kita berikan belum cukup untuk memuaskan rasa sayang, kangen dan kecintaan kita pada anak-anak….sebelum mereka dewasa dan menjadi dirinya sendiri.

Aku kembali mendengarkan cerita sang ayah, sambil berdoa “Mudah-mudahan sang ibu bisa segera mendapat kesempatan untuk lebih dekat dengan anaknya, sebelum dia kehabisan waktu dan kesempatan”

Semoga…!!


Missing Generation???

Februari 21, 2008

Helaan nafas panjang berulang kali. Cuma itu yang bisa aku lakukan sekarang ini, setiap kali baca berita di koran tentang negeri kita.

Lebih sepuluh tahun yang lalu krisis global melanda dunia. Saat itu pergerakan ekonomi terhenti sejenak, kalaupun bergerak hanya untuk bertahan. Pengusaha gurem bertumbangan dengan perut melilit atau kaki teramputasi, hehehe. Dunia usaha di Indonesia mati (suri),  dan seluruh lapisan masyarakat merasakan akibatnya.

Sekarang pergerakan ekonomi belum juga membaik. Lho kok malah ditambah dengan berbagai pembatasan-pembatasan yang makin menekan pergerakan. Bahan bakar dibatasi, kalaupun ingin menggunakan lebih dari yang dijatahkan harus membeli dengan harga yang lebih tinggi. Otomatis hal ini membuat orang kalau perlu tidak memakai BBM, yang berarti juga kalau perlu tidak bergerak atau berproduksi.

Kemudian listrik. Pembatasan dengan kuota pemakaian maupun pemadaman bergiliran, otomatis juga memaksa orang untuk tidak bergerak dan berproduksi.

Nah kalau sudah ti dak ada produksi bagaimana orang punya penghasilan?? Dan kalau sudah tidak ada penghasilan bagaimana orang bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka? Kalau kebutuhan hidup tidak terpenuhi bagaimana generasi baru tumbuh dengan sehat dan cerdas? Kalau sudah tidak ada generasi baru yang sehat dan cerdas bagaimana negeri ini nantinya?  Habislah sudah negeri ini. Tak ada lagi penerusnya lagi.

Aku sangat prihatin. Semua orang amat amatsangat prihatin. Apa memang tidak ada lagi yang bisa diupayakan? Untuk anak cucu kita? Untuk generasi selanjutnya dari kita, dari negeri kita.

Za//41/66/366


Kacang Hijau rasa Duren

Februari 19, 2008

Negeri kita kaya akan buah tropis eksotis. Mangga dengan berbagai varian, kelompok terung-terungan diwakili dengan terung Belanda, Markisa, dukuh palembang dan dukuh condet, salak pondoh, salak Bali. Yang spektakuler adalah duren atau durian. Walaupun sudah digempur oleh durian Malaysia, Bangkok dan lainnya, tetap yang namanya Duren, selalu mengundang air liur. Sayang tidak semua orang pandai memilih duren yang matang, seringkali kita beli diakhiri dengan kecewa, karena kurang manis atau masih terlalu keras, biarpun wangi. Lalu mau diapakan? dibuang? eh jangan dulu! Buah duren yang kurang sukses, jangan dibuang dulu, masih bisa dimanfaatkan menjadi beberapa macam panganan yang menggoyang lidah dan pastinya istimewa. Antara lain Bubur kacang hijau duren.

Bahan:
Kacang hijau 1/4 kg, rendam dalam air selama 2-3 jam atau sampai mekar.
Gula aren 150 gr
Gula pasir secukupnya
Sebutir duren
Kelapa 1 butir, dibuat santan encer sebanyak 150 cc
tepung maizena 2 sendok makan
Cara membuat :
Rebus gula aren dalam air 400 cc, setelahlarut semua, saring, buang endapan dan kotorannya
Masukan butir-butir buah duren. sampai setengah matang.
Kemudian masukan kacang hijau yang sudah direndam
setelah mendidih tambahkan gula pasir secukupnya sampai rasa manisnya sesuai selera
Buat kuah santan :
Didihkan santan encer ditambah air 50 cc. Tambahkan seujung sendok teh garam
Seduh tepung maizena dalam cangkir kecil dengan air suhu kamar, lalu tuangkan perlahan-lahan kedalam santan mendidih sambil terus diaduk
aduk terus kira-kira 2 menit sampai mendidih dan kuah santan terlihat mengental.

______________

Untuk 6 orang
Sajikan bubur kacang hijau dalam mangkuk kecil, siramkan kuah santan diatasnya.
Dampingi dengan teh kapulaga hangat, untuk dimakan sebagai kudapan sore.
Hmmm yummmeeeee…..!!!!!

PASANGAN HIDUP

Februari 17, 2008

 

ml0100.jpg

Hari ini,  teman yang berkunjung  membawa cerita sedih tentang hubungannya dengan pasangan hidupnya. Dia seorang ibu dari tiga orang putri, dan sedang mengandung anak ke empat.  Sambil berurai air mata dia ceritakan keinginannya menggugurkan kandungan yang sudah genap berusia 3 bulan. Aduh…! aku ga tau harus ngomong apa, dia ngomong terus menerus tanpa jeda. Tentang anak sulungnya, yang amat penuntut, si tengah yang sakitan, si bungsu yang minta perhatian terus. dan si jabang bayi yang bikin tambah repot. Sampai si suami yang tidak pernah mau tau kerepotan rumah tangga.

Sepulang kerja, seorang teman kecil menghubungi ku. Cerita tentang sukses hidupnya. Dan gilanya sekarang sedang berusaha mencari istri ke dua. Uhh!!! perasaan keperempuanan ku tersinggung berat.  Apa dia ga mikir bahwa yang dia hubungi ini seorang perempuan. Keterlaluan !!!

Aku jadi ingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Aku dilamar. Hehehe padahal sang pelamar tau persis aku seorang ibu dan istri setia. Setia? Hmmm aku jadi bertanya-tanya apa sih sebenarnya yang namanya setia? hehehe pada siapa? untuk Apa? Kenapa? dan masih banyak lagi pertanyaan yang melekat pada kata tersebut.

Menurut ku, kata tersebut mempunyai nilai tertentu yang tinggi dan suci. Sementara di depan mata, disekitar ku, teman ku, sahabat ku, tidak sedikit yang mengabaikan nilai kata tersebut. Seolah berlaku tidak setia adalah hal yang sangat dimaafkan karena itu dasar sifat manusia….. Tapi kenapa dilakukan dengan sembunyi-sembunyi?  Jadi …gimana ya?

Za//41/64/366


AKU SEHARGA SEORANG LELAKI

Februari 8, 2008
Aku berjalan berbusung dada
melewati sudut mata kawan teman dan saudara ku
yang menusukkan anak panah irinya
karena hari ini lengkap aku sebagai lelaki terpandang
Bungah dan bahagia menggelegakan hati ku
Kembang terharum ku petik dari rumpunnya yang berduri
yang tak mampu diterobos oleh kupu dan kumbang perkasa sekalipun
tapi aku mampu…..
hahhaaha…..
aku berjalan berbusung dada memasuki kota
embanan tanggung jawab lelaki ada di bahu ku
ada wajah ayu setia yang duduk menemani si kecil ku
selalu bermain di sela otak, kalbu dan nafsu ku
mengawal semangat juang ku mengeruk nafkah
hari ini berlalu dengan segumpal uang ku berpindah ke tangan penjual sepeda
…..
hari ini berlalu lagi, dengan segumpal bekal ku berpindah ke tangan mandor bangunan tempat ku berteduh
…..
hari ini berlalu lagi dengan sedanau keringat ku berpindah ke gundukan pasir dan semen yang ku aduk
……
berlalu lagi…
berlalu lagi… lagi…dan lagi…
sampai aku lupa wajah ayu dan sikecil ku
sampai aku hanya bisa merasakan desakan nafsu ku membubung tinggi lebih dari kepala ku
sampai akhirnya ku INGIN beli pelampiasnya di pinggiran jalan…
tapi…..
kenapa makhluk penjual itu hanya menatap ku tanpa arti
lecehan yang dihempas dari sorot matanya seolah memandang ku sebagai seekor binatang budug yang menjijikkan
kenapa makhluk penjual itu membuang wajahnya yang tidak ayu jauh kebalik neraka…
seolah aku lebih buruk dari setan jahanam….
aku berlutut luruh…..
kenapa?…kenapa? …kenapa?….
aku juga makhluk lelaki seperti pembeli yang lain…
aku juga makhluk lelaki yang akan memberi apa yang mereka cari..
aku lebih berharga dari setan jahanam atau anjing budug yang mereka lihat
aku…seharga ….seorang lelaki….
walaupun sekarang aku sudah lupa pada embanan kelelakian ku…
heeeeeehhhhh….
barangkali harga ku hilang disana….
tapi……
AKU SEHARGA SEORANG LELAKI…..
ZA//41/62/366
lihat tukang bangunan nawar PSK
Ah…hidup sependek itu?…

PUTIH KU BUKAN SUCI

Februari 4, 2008
Awan nikmati ayunan digantung angin
bercanda dan terbahak dengan kilat
menangis meraung dengan hujan badai
menjadi dirinya
tanpa perlu menutupi warnanya yang kadang putih
gambaran kepolosan bersih..suci… 
kadang kelabu…
saat sendu… 
bahkan kadang memerah !!
saat terangkat nafsu menolak kodrat hitamnya
 
Helaan nafas sang kasih merobek telinga ku
ditengah malam yang gerah
saat selintas bayang bermain di lekuk benak
memerahkan wajah ku 
yang serentak pias putih
cemas nanar kasih mendera ke hati
dan kemudian mencekat jantung 
hingga mati sejenak 
 
Dan aku akui….
pias putih ku bukan gambaran suci
 
ZA//41/52/366
ruang kerja 

Hmmm…..

Februari 1, 2008
Kalau memang boleh
hmmm
pasti boleh…!!
aku ingin membuang habis air mata ku dari kantungnya… 
 
Kalau memang tidak malu…
hmmm….
pasti malu-maluin!!
Aku mau berteriak memanggil orang itu dan memakinya seenak hati
 
Kalau perlu tanpa henti
hmmm…
memang perlu!!!
 
supaya dia tau bahwa tidak selayaknya dia berperilaku demikian
lalu dia mampu bercermin dan mematut-matutkan dirinya 
sampai akhirnya dia berkata….
 
hmmm…
“aku memang tidak cukup sopan dan aku minder
untuk berada dilingkaran kasih sayangmu teman…”
 
hmmm…
atau dia berkata lain
“aku memang orang yang sangat egosentris,
dan tidak mau tau hati orang lain,
terlukakah?, perihkah? menangiskah?”
 
hmmm…atau dia berkata lain lagi,
“aku memang lelaki tolol yang tidak mau berhenti untuk berpijak dibumi,
bersandar diri pada pokok pohon rindang dan menikmati naungannya”
 ”Ya aku merasa tidak mampu bersanding dengan kalian, sehingga aku lebih suka bersembunyi dibalik alasan kesibukan ku…”
 
hmmm…hmmm…hmmmmm….
dia memang begitu….
 
ZA//41/46/365
pulang praktek … 

Getuk Ubi versi Jepang

Januari 23, 2008

Karena seperti kita tahu budaya adalah suatu daya dan upaya untuk hidup layak, nyaman dan sejahtera. Dan hidup layak nyaman dan sejahtera selalu diukur dari kecukupan asupan makanan yang layak pula, bergizi dan tidak kurang nikmat. Maka penganan asli Indonesia sebagai salah satu faktor budaya yang layak tampil menjadi salah satu primadona kenikmatan berkunjung ke Indonesia (hmmm sok ideal…! sederhananya berkunjung ke rumah kita…hehehe…)

Penganan rakyat yang mudah didapat, murah meriah, berkalori hampir setara kentang, tapi jarang dilirik karena berkesan kampung antara lain ubi jalar. Ubi Cileumbu yang terkenal manis, ubi kuning sampai ungu, semuanya OK. Tinggal cara mengolah dan menampilkannya dengan cantik menjadikan ubi jalar sebagai sesuatu yang lain.

Berikut ini adalah pengolahan ubi jalar yang diambil dari resep Jepang - Kinton (Ubi manis). Intinya penganan ini seperti getuk ubi yang sederhana.

Bahan :
Ubi 1000 gr ( 1 kg )
Kacang Tanah 100 gr ( 1 ons )
yang sudah digoreng atau dipanggang (kacang bawangpun enak lho)
Gula pasir 175 gr (sesuai selera)
Air 100 cc
Madu 1-2 sendok makan
Cara :
Kukus sebentar ubi jalar, kemudian haluskan (ditumbuk).
Campurkan ubi halus, gula pasir, madu, dan air kedalam panci, dan jerang diatas api sambil diaduk-aduk (kira-kira 10-15 menit) sampai kental seperti pasta.
Masukan kenari dan aduk sebentar sampai merata.
Hidangkan dalam gelas cocktail atau mangkuk kecil, dan ditemani secangkir teh kapulaga, hmm enak juga untuk camilan anak-anak sore hari.
 
 kue-ubi.jpg
 
Hmmmm…nyam-nyam…
 
Resep asli :
“Kinton , Masakan Jepang Populer”
Yasa Boga - Penerbit PT Gramedia Jakarta.

Jadi Manusia

Januari 21, 2008
0038-1.jpg
Manusia,
memang makhluk paling hebat, sempurna dari banyak dan hampir segala sudut.
 
Keberkahan ini menjadikan manusia,
(yang tentunya diantara kita) merasa paling…..
Paling benar, paling hebat, paling paham, paling ngerti,
paling…dan paling-paling yang lainnya.
 
Perasaan ini yang membuat AKU
menjadi makhluk yang merasa  tidak cukup!!!
 
Tidak cukup baik sebagai manusia
tidak cukup sempurna sebagai perempuan
tidak cukup lembut sebagai ibu
tidak cukup kaya untuk manusia lain yang butuh materi
tidak cukup pandai untuk bicara dengan manusia kaum cendikia 
tidak cukup bijak untuk melihat suatu keadaan
tidak cukup nyaman untuk  teman manusia lain
tidak cukup  …. tidak cukup dan tidak cukup lagi, lagi, lagi…
 
Barangkali
aku harus berhenti jadi manusia?
aku memelihara kehewanan KU?
sehingga AKU jadi makhluk yang utuh
 
tidak setengah …. setengah….
UTUH!!!
walaupun hanya sebagai binatang 
 
ZA//41/31/366