Yang nyata lebih pasti….

Maret 20, 2009

Dunia seharusnya mentertawakan aku. Kenapa?…begini ceritanya…..

Waktu SD sampai SMA dulu aku punya seorang teman curhat. Bob namanya. Dia teman yang sangat setia dan rela mendengarkan semua ocehan, omelan, teriakan, cekikikan, tangisan….atau apapun yang keluar dari mulut dan hati aku ini.

Setelah kuliah, kami berpisah. dia ke Brussel meneruskan sekolah dan karirnya, aku kuliah disini. Selama sekian tahun kabar yang sampai hanya sepotong-sepotong. Dia pacaran dan menikah, kemudian pindah ke Washington DC, dan yang terakhir dia kembali ke Indonesia sebagai bos besar suatu lembaga resmi pemerintah.

Beberapa taun setelah itu baru kami saling berhubungan lagi melalui internet dan telepon. Saling tanya kabar dan keluarga, tanya karier dan sebagainya….. sampai suatu saat, di bulan Juli…. Aku memang sedang berduka karena Ayahku meninggal setelah sakit cukup lama. Tiba-tiba dia telepon dan bertanya tanpa ba-bi-bu-…… “Ada apa Za?…”

Tanpa ditunggu-tunggu lagi keluar semua ganjalan dihati ini, air mata tumpah ruah,  keluhan kenapa begini kenapa begitu habis sudah ditampung oleh telinga sabar dan caplangnya…hehe..hmmmm…

Dan setelah hari itu setiap hari kami saling kontak kembali seperti masa kecil dulu, berteman tanpa pretensi apapun. Segala omelan, ocehan, teriakan, cekikikan,  dan tangisan kembali aku tuang habis dipangkuannya. Masih juga lewat internet, YM, Gtalk atau hp by sms…..Dan sebagai bos Lembaga pemerintahan yang sangat dominan untuk negara ini, dia sangat sabar…..sangat baik hati…..sangat pengertian, membaca dan membalas semua email, sms, dan menanggapi ajakan chat aku. Rasanya aku hampir penuh memiliki dia sebagai teman kapanpun dan dimanapun……

Sampai aku sejenak berfikir…keluarganya keberatan ga yah kalau aku sering kontak dimanapun??? sempat pula aku tanyakan hal ini kepada sahabatku. Dia hanya komentar…” ah, lu..pake nanya kayak gitu sih?” dan pembicaraan jadi buntu…. ya sudah….aku berteman lagi tanpa berfikir apapun …. curhat sampat kering….Masih by email, YM, Gtalk, atau sms.

Seperti waktu muncul, kemudian dia menghilang tiba-tiba! pet! !!!sperti ditelan bumi.

Email tidak terjawab, YM mati, Gtalk bisu, telpon apalagi!!  “Duh!! Orang ini ga tau adat sekali sih?” itu hal pertama yang terlintas dikepala ku….dan aku sebagai manusia mulai bermain dengan opini-opini sederhana ku.

Hmmmm dia bosen temenan sama aku kali….atau …..hmmm mentang-mentang udah naik jabatan lagi langsung ngilang…. atau….wah jangan-jangan istrinya cemburu karena aku sahabatan dengan dia……. atau…….dan…atau….dan atau…..

Sampai aku merasa putus asa dan sakit hati oleh kelakuan dia yang seperti itu. Huh rasanya kalau ketemu aku mau bonyokin tuh kepalanya yang terlalu besar, dan ku patahkan tulang dadanya yang terlalu busung….huh SOMBONG SEKALI DIA…MERASA TIDAK BUTUH ORANG LAIN…MERASA PALING HEBAT……MENYEBALKAN…DIA MERASA PALING DIHORMATI….PALING DIHARGAI….PALING TAU….HEH!! TERLALU…AKU BENCI DIA!!!

Selama beberapa bulan opini itu terus bermain dikepala ku…sampai tiba-tiba salah seorang teman masa kecilku mengirimkan email yang isinya mengundang semua teman untuk pergi membesoek sahabatku di RS, karena sudah berbulan-bulan dia dirawat disana…..LHO??? KENAPA DIA???

Dalam perjalanan ke RS tempat sahabatku dirawat, salah seorang teman kecil yang tinggal bertetangga dengan sahabat ku bercerita bahwa,  sebenarnya selama 2 taun terakhir ini kondisi dia sangat memprihatinkan….

(Lho kok bisa?…khan kita selalu kontak walaupun lewat dunia maya?…..whuaduh aku merasa kecolongan…!!)

Dua taun yang lalu, karena kesibukannya bekerja dikantor hingga larut malam, rumahnya di rampok orang dan istrinya dilukai sampai kehilangan sebelah kakinya. Dia merawat sendiri istrinya sampai sembuh dan melatihnya sampai dapat berjalan dengan menggunakan tongkat, membawa kemanapun dia pergi untuk meningkatkan kepercayaan diri sang istri. Istrinya sembuh, anak tertuanya didiagnosa kanker otak dan meninggal satu tahun kemudian, kira-kira pada bulan Juni.

Dalam kondisi dia begitu, pada saat Ayahku meninggal, dia masih bisa merasakan dan kontak langsung pada ku. Menghibur dan mendampingi aku…..walaupun hanya lewat internet….kehadirannya memang maya…tapi dapat menenangkan aku….

Lanjut temanku…pada bulan Desember kemarin… Dia didiagnosa kanker usus….dan semenjak itu dia dirawat di rumah sakit tersebut….karena tidak ingin merepotkan istri dan anak-anaknya…

Ya ampun…..jadi selama ini dia mendengarkan ocehan, omelan, complaint-an aku sambil dia di RS?????….dalam keadaan sakit ??? dan dengan penyakit yang mematikan pula ????

Masya Allah, aku tidak pernah tau keadaan dia yang “real” hanya tau kedaan berdasarkan opini-opini dan perkiraan-perkiraan manusiawi yang tidak selalu benar!! malah lebih banyak salahnya!!

Sejenak aku menyalahkan internet. Kenapa juga dia tidak mendeteksi seseorang ini sedang sakit atau tidak, atau mengirimkan gambar hanya yang real saja bukan yang dibuat fresh supaya tidak terlihat sakit????

Tapi kemudian aku berhenti menyalahkan siapa-siapa. Yang salah adalah aku!!…. Kenapa ???

Karena aku berteman dengan bayang-bayang maya sahabat kecil ku…BUKAN dengan siapa yang sedang terbaring koma menunggu ajal menjemput, dihadapan ku ini…..

Sahabat…maafkan aku….aku hanya “menghidupkan” mu sesuai dengan mau ku…dalam alam bayang ku yang tidak nyata….seharusnya aku lebih meluaskan hati dan fikir ku untuk melihat kamu secara utuh….didunia nyata maupun didunia maya……

my room, 03.08

Za,

mengenang sahabat kecilku….


Jajaring baru yang menyihir….

Maret 17, 2009

Tidak terasa sudah tiga bulan terakhir aku tidak kutak katik blog ini…sudah banyak sekali  yang berubah. Di lingkungan sekitar maupun dalam kehidupan pribadi ..

Tiga bulan terakhir rasanya memang berbeda dengan hadirnya wahana baru bersosialisasi. Facebook…FB.

Suatu social network yang menakjubkan efeknya. Duniapun tersihir (pinjam istilah Kompas). Buat aku, rasanya dunia kembali ke sekian puluh tahun yang lalu, kemasa SMP/SMA…..dengan munculnya teman-teman SMP/SMA dulu di jejaring FB. kembali kekenangan masa 80-an….

Dan….anda tau?…getaran-getaran masa itupun kembali muncul dari dalam hati…..O’o….beda rasanya dengan getaran yang ada sekarang… Getaran dari masa itu begitu penuh warna, penuh impian, penuh semangat!! seolah-olah jadi vitamin yang memberi energi tambahan dari setiap detak jantung ku sekarang….hahahaha…. Lalu komunikasi yang berlangsung selanjutnya secara intens melalui dunia maya di jejaring FB ini,  makin membius mau lagi… lagi…. lagi….. lagi….

Rasa mau lagi…lagi….lagi… ini sebenarnya yang berbahaya… karena membuktikan bahwa kita sudah “addict”. Dan sesuatu dengan kondisi ketagihan tentunya sudah tidak lagi seimbang…. ya tokh?….

Kita sedang ngobrol dengan istri/suami, tiba-tiba….kling…kling…kling…. tanda ada pesan masuk…! ambil HP dan buka pesan….lalu ketak ketik ketak ketik balas pesan…..terkirim….dan kita kembali lagi ngobrol sama suami/istri…….

Kling…kling….kling…lagi…. kita ambil lagi HP dan ketak ketik lagi…dan kirim lagi… terus begitu sampai tiba-tiba ada bantal melayang ke kepala…hehehe…istri/suami udah ga mood untuk ngobrol…bubaaaaar….. Nah kalo sudah begini bagaimana? Masih untung cuma bantal…kalo ulegan atau pisau atau…dongkrak…atau…atau…???? hihihi…..

Lagi masak…tiba-tiba..Klinng…kling…kling…! Lagi belajar sama anak-anak…tiba-tiba Kling…kling…kling….! Lagi nyetir tiba-tiba…Kling…kling…kling….!! Lagi ngajarin anak berenang tiba-tiba kling….kling…kling…!!! Jangan-jangan tuh anak tenggelam deh…. huahahaha….

Intervensi dunia maya ke dunia nyata perlu diseimbangkan tokh?…. hayo mari kita kembali berteman lewat FB sambil berteman dengan tetangga dan orang sekitar…..

Ah…dunia…dunia….


enggan….

Desember 29, 2008
Matahari menampakan wajahnya dibalik cadar awan yang bergulung kelabu
enggan menghangatkan tanah basah dan menguapkan embun
enggan memaksa kelopak mata makhluk untuk menatap bumi
yang telah menambah jumlah torehan tarikhnya satu lagi…
Keengganan yang hadir diawal hari di awal tahun…
menggambarkan kemalasan sang nasib untuk berlaga diarena kehidupan
merasa cukup sekedar menarik nafas dan menghembuskannya perlahan-lahan
tak perlu lagi beradu kekuatan dan berlomba impian
biarkan benua bergerak saling menjauh dan saling mendekat
biarkan awan menggumpal dan terurai
biarkan langit gelap dan terang
biarkan angin mengelus debu dari tubuh makhluk yang lelah
bercumbu dengan nasib sampai di ujung jalan kehidupan…
yang cuma sebatas nafas…..
Za,
Tahun Baru Hijriyah 1430.

INDONESIA MEMBUTUHKAN PEMIMPIN DEWASA, BUKAN TUA ATAU MUDA

November 6, 2008

Tulisan yang inspiratif dari Mas Rani Badri, patut kita telaah dan renungkan sebagai landasan kita bergerak dan berkarya demi kesejahteraan diri, keluarga dan bangsa…

Dari Rani Badri :

Suatu sore bersama “Dalang Cenk Blong”, dalang kebanggaan masyarakat Bali.

Pernah nonton wayang kulit Bali? Pasti banyak yg mengatakan belum, karena tidak paham bahasanya! Jangankan orang luar Bali, orang asli Bali sendiri juga sudah banyak yang tak paham bahasa pedalangan karena memang bahasa yang di gunakan kebanyakan bahasa jawa kuno. Tapi jika anda menonton Wayang Cenk Blong, walau anda tidak paham bahasa Bali, anda pasti tertawa terpingkal-pingkal dan memahami pesan moral yg disampaikannya tanpa kehilangan benang merah dari struktur cerita yang disampaikan..

Cenk Blong, bukanlah nama sang dalang melainkan tokoh yang diadaptasinya secara bebas dan selalu di tunggu oleh penonton kemunculannya. Nama aslinya “I Wayan Nardayana” Sarjana Filsafat, lulusan ISI Bali ini, bukan hanya piawai menceritakan kisah Ramayana atau epos pewayangan lainnya. Dia berani menerobos sekat-sekat dalam pakem wayang Bali dan menyebut pertunjukannya dengan wayang inovatif.

Kata inovatif yg menjadi “trademark” nya bukan sekedar jargon, tapi memang dia begitu inovatif memadukan teknologi pertunjukan masa kini dengan gaya wayang kulit Bali. Seolah ada pertemuan dua sisi, dimana masing-masing sisi memiliki kekuatan yang sama. Layarnya menjadi hidup bukan sekedar menampilkan bayang-bayang karakter tokohnya saja, beragam visual yang memperkuat ekpresi, dan efek cahaya seperti petir, asap-asap, laser dan efek suara yang keluar dari mulutnya serasi memadu. Kedua tangannya begitu trampil hingga gerakan wayang yang dihasilkan sangat alamiah dan menunjukkan gerakan yang kocak sampai akrobatik. Sungguh bukan suatu yang mudah mengkombinasikan ketrampilan tangan, imajinasi dan kecepatan dalam satu ruang waktu. Sehingga karakter tokoh dan peristiwa yang dipaparkan menjadi hidup dan nyata seraya menonton film animasi tiga dimensi. Istimewanya lagi, perpindahan suara dari satu karakter kekarakter lainnya tanpa jeda dan memiliki teknik vokal dan pernapasan tingkat tinggi layaknya diva pop internasional. Kita pun jadi sulit membedakan mana suara dalang yang asli dan suara masing-masing tokoh. Imajinasi kita kerap di ombang – ambing antara menertawakan diri sendiri atau ketimpangan sosial yang berkembang dalam masyarakat. Kadang kita di bawa haru, optimis juga miris melihat fakta yang ada. Namun yang paling sering kita lakukan memegang perut menahan tawa. Dia cermat memadukan unsur humor dengan pesan moral secara berimbang, tanpa berpihak ke kiri dan kanan, penontonlah yang mengambil kesimpulan dan menentunkan sikap dari pesan yang disampaikan. Jadi bukan hal aneh, ribuan penonton selalu membanjiri pertunjukannya yang tak lebih dari 3 jam itu.

Walau bukan orang Bali dan tak paham bahasa Bali, Aku adalah salah satu penggemar beratnya dan banyak mengoleksi VCD-nya. Dan suatu sore aku berkunjung kerumahnya, di Banjar Batan Nyuh, Desa Belayu, kecamatan Marga, Tabanan – Bali. Sebelum bertemu sang dalang, aku disambut istrinya merangkap manajer yang mengatur jadual dan mencatat permintaan mendalang. Dari buku catatannya kulihat, order mendalang sudah ada yang memesan 6 bulan sebelumnya bahkan ada yang untuk satu tahun kedepan. Memang bukan main padatnya jadual sang dalang.Walau terbilang cukup mahal untuk ukuran masyarakat Bali. dan permintaan mendalang tak pernah sepi, paling sedikit 20 kali dalam 1 bulan, namun tak terlihat mobil mewah terparkir di garasinya. Rumahnya pun sederhana sebagaimana kebanyakan rumah masyarakat Bali.

Tak berapa lama sang dalang pun keluar dan langsung menyapa ramah, sama sekali tidak menciptakan jarak. Baru ketemu sekali, rasanya sudah kenal bertahun-tahun padahal dia begitu diidolakan di Bali.Bukan hanya masyarakat tetapi juga para petinggi di Pemda Bali. Setelah bertukar sapa menggunakan bahasa Bali yang sedikit ku kuasai, sontak aku diajaknya ke padepokan atau workshopnya, sekitar 50 meter dari rumahnya. “ Biar lebih enak ngobrolnya, dan bebas tertawa” ajak sang dalang yang tak merokok dan minum alkohol ini,.

Ternyata bicara dengannya sama mengasyikan dengan menonton dia mendalang. Dibawa diskusi kemana saja “konek” dan pandai mensintesa permasalahan, bukan sekedar mengomentari keadaan dan menyelipkan berbagai teori untuk memperkuat pembicaraan agar kita terlihat pintar dan intelek dinilai oleh lawan bicara.Gaya bahasanya pun sangat sederhana namun khas, sehinga solusi yang dijabarkan begitu hidup sangat dekat dengan kehidupan kita dan mendapat kepuasaan dalam pemahaman.

Entah sudah berapa banyak tawa dan masalah yang kita bahas, mulai dari pertanian, politik, keberagaman Agama, RUU Pornografi hingga hakekat hidup dan kehidupan yang keluar dari mulut kita. Tak sadar empat gelas air meneral dan satu bungkus rokok sudah kuhabiskan. Dan yang membuatku terpaku dan kian memuji kedalaman jiwanya, tak kala dia mengatakan. “ Saat ini kita miskin pemimpin dewasa, pemimpin muda dan tua sangat banyak. Kita akan menjadi Indonesia Raya, jika pemimpinnya dewasa!”

Aku menyela. “Lho…! Bukannya mereka sudah dewasa? “

“ yang terlihat oleh mata kita, namun belum sepenuhnya dalam prilaku dan tindak-tanduknya. Dewasa terdiri dari dua kata, Dewa dan Sa. Dalam kepercayaan Bali, Dewa itu Tuhan dan Sa itu cahaya, orang yang sudah dewasa adalah orang yang hidup dan keinginan hidupnya semata-mata untuk menjadi hambanya. Kita semua berasal dari cahaya dan Tuhan adalah sumber dari semua cahaya yang ada. ”

“ Tapi kita kan manusia… punya nafsu…. punya emosi dan pertama kali manusia turun ke dunia karena lalai akan nafsunya?”

“ Benar! Tapi Tuhan memberi pilihan kita. Jika kamu ingin kembali ketempatmu semula, jadilah Cahayaku, tapi jika kamu mengutamakan nafsumu, bergambunglah dengan mahlukku yang kuciptakan dari Api. Nafsu serakah, nafsu marah adalah ekspresi hidup tapi manusia serakah dan pemarah tidak mensyukuri hidup. Orang dewasa adalah yang senantiasa memberi pencerahan dan manfaat untuk kemaslahatan bukan untuk kepentingannya semata. Dan pemimpin dewasa, dia memiliki kekuatan untuk menyatukan keberagaman menjadi tujuan bersama, seperti kita melihat cahaya purnama dari barat, timur, utara atau selatan. Bulan cuma satu dan kita bisa melihanya dari mana saja dan kita tidak pernah meributkanya dari barat atau utaralah yangg paling indah melihatnya, karena yang kita tuju bukanlah cara melihatnya tapi keindahan bulan itu yang berada di puncak cakrawala. Tuhan juga cuma satu, tapi mengapa kerap meributkan cara kita menuju Tuhan dan kita menyatakan cara kitalah yang paling tepat dan paling benar menuju Tuhan. Api juga punya cahaya, berapi-api akan membakar apa saja, pemimpin dewasa sangat tahu membedakan mana api dan mana cahaya walau keduanya berasal dari sumber yang sama!“

Aku terdiam, dalang Cenk Blong atau I wayan Nardayana pun terpaku. Kubuka lagi bungkus rokok kedua dan menghisapnya.Kami terdiam dalam lamunan entah apa yang terpikir olehnya saat itu. Setelah itu aku pamit dan menjabat erat tangannya dan mengatakan kita akan bertemu lagi di desa Pancasari, Sukasada- Buleleng.

Sudah dewasakah aku dan benarkah Indonesia, negeriku, tumpah darahku minim pemimpin dewasa? Kalimatnya sederhana, tapi buatku menjadi begitu penting. Pemimpin Dewasa tahu membedakan mana api dan mana Cahaya Illahi. Kita semua adalah pemimpin, pemimpin tujuan hidup kita, pemimpin untuk menetapkan pilihan kita. Siapakah contoh pemimpin dewasa selain para Rasul dan Nabi? Raden Sutasoma dan panah saktinyakah? Dimana kesaktian panahnya melebihi kesaktian panah Arjuna, dan panahnya mampu merubah karakter sesorang dengan cepat menemukan hakekat kemanusiaannya dan bergabung dengannya menjadi inti kekuatannya. Panah Sutasoma adalah visi, tujuan dan hakekat hidup itu sendiri, hingga orang merasa nyaman dan menemukan jawab dalam pencarian jati dirinya, karena panahnya berujud kejujuran dan cinta. — yang dianalogikan dengan simbol Gajah dan Naga. Gajah lambang kebijaksanaan dan Naga keberanian. Kebijaksanaan tanpa cinta hanya akan mementing diri sendiri sedang keberanian tanpa cinta hanya akan merusak.

Benakku terus berfikir mencari jawab… Amerika punya Obama yang dipuja bukan hanya oleh negerinya, Australia punya Kevin Ruud yang berani dan jujur meminta maaf pada rakyatnya pada bangsa Aborigin. Siapakah tokoh di Negeriku….?

“Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya…. !Tiba-tiba mengalun potongan lagu Indonesia Raya di benakku lagu yang kerap membuatku meneteskan airmata setiap menyanyikannya…Aku terhentak…Ya!Sudahkah aku membangun Jiwa Indonesia dalam diriku, badanku memang nyata di Bumi Pertiwi tapi apakah jiwaku juga ada? Hingga Indonesia Raya bukan hanya kata dan alunan nada melainkan ujud nyata Pertiwi Bunda, pemimpin dewasa pasti memahaminya. (Rani Badrie/08)


(Maaf….Tapi…) Kita ini siapa, dan apa?

Oktober 28, 2008

Hallo ??? hallo ?? Agus..! ….talking-talking do you know David Beckham?…… Say hello from Agus…!!!

Sopo..?…sopo…???……

Ndak Tau !!! huahahahaha…….. Good Morning….!! Hallo Mister, Agus !!…..latar belakang Gedung Putih….

Rentetan kalimat diatas tentunya sangat familiar bagi penonton di Indonesia.
Ya benar sekali. itu adalah iklan salah satu operator selular di Indonesia. Yang dengan sangat gamblang menggambarkan perilaku pengguna jasa komunikasi yang murah.

Dengan jor-joran semua operator selular memberikan tarif murah, bahkan gratis!!, pada jam-jam yang tidak selayaknya dipergunakan untuk menghubungi orang lain karena secara tidak tertulis melalanggar tata sopan santun atau ETIKA

Para pengguna jasa yang kebetulan kurang kerjaan dan atau kurang teman, atau kurang berpendidikan atau kurang dididik, memanfaatkannya secara membabi buta. Telepon sana sini SMS sana sini ke nomor sembarang sepanjang murah bahkan gratis!!! Hanya untuk mengganggu bahkan memaki orang tak dikenal yang dipaksa terima telepon.

Jelas sekali tidak ada rasa sungkan melakukan hal yang diluar sopan santun dan etika.

Padahal dibuku-buku pelajaran anak-anak kita di Sekolah Dasar, selalu disebutkan bahwa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah, sopan dan santun dalam bergaul……

Itu Indonesia yang mana ???? Kok rasanya saya tidak lagi melihat sikap dan sifat seperti itu ???

Kemana Bangsa Indonesia ??? Lalu kita ini apa?? Kita ini siapa ???? Bangsa( t ) apa ?

Menyedihkan………


HELP….HELP…PLEASE…..

Oktober 11, 2008

Once upon a time when cellular operators in Indonesia try to make them selves as the biggest, make us as victims of cellular abusement. How come? Don’t the customers have been got benefits? Certainly!!

Keuntungan adalah hal yang dicari oleh kedua pihak baik itu operator maupun pelanggan. Bagi pelanggan jelas harga murah komunikasi adalah yang dicari oleh hampir semua orang, tapi ternyata tidak hanya itu yang dicari oleh “pelanggan yang lain”.

Contoh yang dapat diambil, adalah jam gratis ala pocong kata iklan XL yang sekarang sudah makin siang. Selepas jam gratis telpon sesama XL, maka berbondong-bondonglah telepon masuk dari berbagai nomor tak dikenal atau lebih sering menggunakan private number. Dengan tanpa menghiraukan etika waktu, kenyamanan orang lain yang tidak punya hubungan apapun dan kepentingan apapun dengan si penelepon, mereka asal pencet nomor dan akhirnya tersambung ke nomor kita pada jam-jam kuntilanak dan pocong beredar!!! (Atau mereka sendiri termasuk dalam golongannya???)

Buat orang-orang tertentu yang menghawatirkan orang lain yang kebetulan tinggal tidak bersama mereka seperti anak-anaknya, orang tuanya. Atau orang yang sedang menunggu kabar penting, tentunya bunyi handphone pada jam 02.40 membuat tergopoh-gopoh dengan jantung berdebar kencang.

Sialnya, walaupun sudah diangkat sambil terhuyung-huyung karena pusing, suara yang terdengar dari sana hanya sapaan memuakkan …”Haloooo ….? lagi apa?… hiihihihi….” kemudian ditutup!! Gila!!! Dia pikir orang harus sama gilanya dengan dia?… Setan belang tujuh, kuntilanak gila, gendruwo edan ataupun jenisnya dia, itu adalah suatu perbuatan yang amat amat amat gila!!!

Bayangkan kalau itu berlangsung berbulan-bulan. Ganti nomor operator lain, ganti juga yang ganggu dan dengan modus yang mirip atau serupa. Jam 03, jam 04, jam 01. mereka tidak pernah peduli…!!!

Akhirnya setelah ganti nomor beberapakali dan mengalami abusement beberapa bulan, keluhan mulai disampaikan kepada operator yang memiliki nomor-nomor tersebut. (dari daerah Serang : 081911210523; 087871381333; Dari Probolinggo : 087857068891 dan bebrapa nomor lain lagi yang sudah dihapus sebelum sempat siselidiki wilayahnya, ditambah beberapa private number)
Tapi jawaban dari operator itu hanya, “Maaf kami tidak dapat memblokir nomor tersebut, karena kami harus menjamin kenyamanan pelanggan menggunakan nomor kami…” OK ketika ditanyakan identitas dari pemilik nomor, mereka pun menjawab, “maaf kami tidak dapat memberikan identitas kepada pelanggan lain, kami harus menjaga kenyamanan pelanggan menggunakan nomor kami…” Ya ampuuuun tobbaaat… jadi kita pelanggan yang mengeluh ini dianggap bukan pelanggan ya?…. kalo anak-anak sekarang mungkin akan teriak “Maksud lo….??????!!!!!!!!”

Jadi tolooong…dengan amat sangat, kami juga yang dikenai abuse, adalah pelanggan anda!! dimana kenyamanan kami?? Setidaknya kalau memang para operator bisa mengembangkan content yang menguntungkan pelanggan seharusnya juga bisa mengembangkan content yang dapat melindungi pelanggannya. Semua demi kenyamanan pelanggan khan?…….

Bisa dipastikan pengalaman ini bukan hanya satu-satunya. Pasti ribuan orang sudah jadi korban dari orang-orang tidak bertanggung jawab, tidak beretika. Yang secara ekonomi mampu membeli tapi secara kejiwaan tidak mampu naik ‘kelas’…

“Setelah keluhan diabaikan operator”


Masih ada…???

Oktober 7, 2008

Sidik jarinya masih membekas di lekuk kerut-kerut kulit menua
Bekas tularan tembakau bakar masih melekat di bulu-bulu halus wajah

Tapi kenapa geletar rasanya hanya seperti awan terang bergambar dilangit jernih
Kiatannya tidak lagi selayak kejaran ombak mencercah pasir yang dulu bening
Nanar hampa mengangkat seluruh garam dari lautnya yang kini sangat tenang
hingga hiu, lumba, teri, udang dan ganggang tersedak udara
Kemudian tercekat dan berjumpa ajalnya

Tektonik bergelombang tsunami pun sudah tak mampu lagi melekatkan garam pada udara dan airnya
Riaknya terlalu datar …
terlalu senyap….
Lalu, apakah masih ada ….????

Ka’s room
sudah hilang.
ZA


Bila darah menentukan lain

Mei 5, 2008

Tulisan ini sejatinya adalah sempilan mengenai pengetahuan tentang golongan darah yang telah dibicarakan sebelumnya. Sebelum lanjut pada pembahasan mengenai makanan yang tepat untuk golongan darah, ada satu penemuan yang sangat menarik dari seorang ahli di Jepang, Furukawa Takeji, dalam bukunya “The Study of temperament through Blood Type”. Dimana dikatakan bahwa golongan darah seseorang akan menentukan karakternya.

Apabila makanan yang sesuai bagi golongan darah akan mempengaruhi keadaan fitalitas tubuh, maka dalam hal ini golongan darah akan menentukan keberhasilan karier.

Kenapa?? Di Jepang sana sistem penerima karyawan maupun mitra kerja sangat mempertimbangkan kesesuaian antara golongan darah yang diyakini menentukan karakter seseorang, dengan jabatan, jenis pekerjaan atau posisi yang tersedia. Mari kita simak.

Untuk Golongan darah A. Kelompok manusia dengan golongan darah ini adalah mereka yang suka dan butuh kenyamanan. Sehingga mereka cenderung menghindari konfrontasi. Apabila mereka menemukan suasana yang tidak nyaman bagi dirinya mereka cenderung untuk menarik diri, sehingga terkesan pemalu dan suka mengasingkan diri. Kenyamanan tentunya akan didapat dari suatu keharmonisan, Maka orang-orang dengan golongan darah A akan melakukan segala sesuatu untuk mencapai titik keharmonisan yang diinginkan. Dalam dunia kerja kondisi ini akan berimbas kepada etos kerja yang sangat bertanggung jawab, menjadi orang yang layak di’pandang’, menjadi pemimpin dan sanggup mengatasi keadaan kritis, dalam situasi kepanikan orang disekitarnya.

Dengan demikian orang-orang bergolongan darah A, layak ditempatkan pada jabatan sebagai direktur, manajer, kepala departemen, supervisor, guru, team leader, atau posisi kepemimpinan lainnya.

Golongan darah B, adalah kelompok orang yang akan menjadi ahli di bidangnya masing-masing, sesuai minat. Mereka tipe pekerja yang akan menggali dan mendalami sesuatu sampai keakar-akarnya sekalipun hal itu tampak tidak mudah. Justru tantangan ini yang mereka butuhkan. Karena kelompok orang ini lebih sering berdiri diatas fakta yang didapat dari hasil pengamatan mereka sendiri, maka biasanya mereka sangat logis dan kurang mempertimbangkan intuisi atau perasaan. Mereka cenderung tidak mendengarkan pendapat orang yang mereka anggap tidak ahli, sehingga terkesan tidak kooperatif, dingin, dan lebih suka mengikuti aturan sendiri.

Mereka dengan golongan darah B lebih tepat ditempatkan pada posisi jajaran konseptual, bukan operasional; seperti pemrograman, arsitektur, konsultan, akunting, manajer keuangan, dan peneliti.

Golongan darah gabungan dari kedua golongan diatas, adalah golongan darah AB. Kelompok orang dengan golongan darah ini berdiri diujung spektrum karakter dari kedua golongan darah yang membentuknya. Seperti di satu sisi mereka seorang yang pemalu atau suka mengasingkan diri, dalam saat yang bersamaan disisi lainnya mereka sangat antusias dan terbuka. Mereka dengan mudah berubah karakter sesuai dengan kebutuhan lingkungan. Apabila dirasa situasinya nyaman, maka kelompok orang ini akan tampil dengan hasil kerja yang gemilang. Sehingga mereka menjadi orang yang dapat dipercaya. Sensitifitas dari golongan A dan logika diatas fakta membuat mereka menjadi kelompok orang yang unik, sangat suka seni dan metafisika. Kesan yang terlihat adalah tenang, damai dan sedikit filosofis.

Dengan demikian kelompok orang dengan golongan darah AB, sangat tepat menjadi penasehat corporate atau konsultan, manajer HRD, manajer CSR, atau sederhananya mereka tepat ditempatkan pada posisi yang berkaitan dengan komunikasi, dan resolusi korporasi dengan shareholders maupun stakeholders.

Golongan darah O. Golongan darah yang berdiri sendiri dengan karakter yang kuat. Mereka sangat percaya diri sehingga tidak mau ambil pusing terhadap hal-hal yang menurut mereka tidak perlu dipikirkan. Mereka akan mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam pikiran mereka dengan jujur dan secara langsung. Kemampuan mereka menempatkan mereka sendiri sebagai orang-orang yang penuh semangat, dan berjiwa sosial tinggi, tetapi sangat fleksibel. Mereka akan mendengarkan pendapat orang dan mempertmbangkannya dengan bijaksana. Selain itu kelompok orang dengan golongan darah O, sangat suka menjadi pusat perhatian. Bila mendapat lawan bicara yang tepat mereka akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk membicarakn sesuatu dengan pola yang positif, konstruktif, optimis, dan motivatif.

Maka posisi yang tepat bagi mereka adalah public relation managers, negosiator dan hal-hal lain yang berhubungan dengan komunikasi publik.

Nah, dari tulisan di atas, barangkali sekarang kita bisa mengerti kalau sering sekali ada rasa “males berangkat kerja” atau “tidak nyaman di tempat kerja” ??? Karena mungkin pekerjaan kita tidak cocok dengan karakter yang muncul sesuai dengan golongan darah yang kita miliki!!!

Yoook rame-rame lirik-lirik cari celah yang pas di perusahaan atau kantor sebelah….!!!! Heheheh….!!


Anak ku Sayang….

April 9, 2008

Lagi. Hari ini teman yang datang mengantar si kecil menemui ku, bercerita tentang sang mantan pacar. Betapa dia bangga dan mengagumi karier sang istri yang melaju cepat. “Wah dia hebat euy sekarang sudah jadi bos dikantornya” ujarnya sambil menurunkan pandangan mata ke tangan telapak tangannya.

“Kalo lagi sibuk dan terlalu cape, dia tidak pulang ke rumah. Dia sudah kos, ehmmm tepatnya punya apartemen deket kantor” tambahnya.

“Hmmm … asik dong ga jauh ke kantornya…” komentar ku…

Sambil didalam hati aku menangkap ada getaran pedih dari nada suaranya.

Aku bisa bayangkan, seorang ayah yang juga bekerja kebetulan dekat dengan rumah, ditinggal berdua dengan anak perempuannya oleh sang ibu, yang kebetulan bekerja jauh dari rumah.

Hmmm….banyak pertanyaan dalam kepala ku.

1. Lho, kok bisa begitu? kangen ga ya sang ibu pada anaknya? (Ih!!… aku ini mau tau urusan orang aja sih??)

2. Bapak ini sebenernya ikhlas ga ya istrinya bekerja sampai ga pulang karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya? ( lho itu kan hak azazi manusia untuk mengaktualisasikan diri tokh ? )

3. Hubungan seperti ini normal ga ya? atau…. mereka memang mulai pisah rumah? rasanya kemungkinan ini ada kalau mendengar ada getaran pedih di suara bapak ini. ( Ah! Gosip deh…! )

4. Bagaimana perasaan anaknya? ( Nah yang ini belum ketauan…)

5. Bagaimana perasaan sang ibu? Bisa saja dia bekerja juga karena keadaan yang memaksa. ( Bisa jadi lho, bukan karena tuntutan pribadi semata..)

6. Bagaimana…..bagaimana…..bagaimana…..

Dan berikutnya masih banyak pertanyaan yang membuat aku agak melamun dan sejenak berkaca kepada keadaan ku.

Dalam keadaan aku sekarang ini, sehat walafiat dan punya sedikit penghasilan, bisa bersama anak-anak dan suami. Rasanya nikmat sekali. Terbayang bila aku menua dan anak-anak mulai besar, punya dunia sendiri. Bekerja dan berumahtangga. Apakah mereka masih bisa kenal aku dan bisa menerima aku? Rasanya sah saja bila mereka berbeda pendapat bahkan tidak dapat hidup bersama ku lagi. Biarpun pada masa kecilnya aku menghabiskan waktu dengan mereka. Karena mereka adalah manusia pada zamannya, dan kita manusia pada zaman yang sudah lewat.

Sekarang bagaimana dengan orangtua yang semasa anak-anak kecil tidak punya waktu kenal dengan anak-anaknya, seperti sang ibu tadi ? Apa rasanya melihat anak-anak dewasa kemudian menjauh ?

Hmmm membayangkannya saja rasanya sediih sekali… Rasanya waktu yang kita berikan belum cukup untuk memuaskan rasa sayang, kangen dan kecintaan kita pada anak-anak….sebelum mereka dewasa dan menjadi dirinya sendiri.

Aku kembali mendengarkan cerita sang ayah, sambil berdoa “Mudah-mudahan sang ibu bisa segera mendapat kesempatan untuk lebih dekat dengan anaknya, sebelum dia kehabisan waktu dan kesempatan”

Semoga…!!


Missing Generation???

Februari 21, 2008

Helaan nafas panjang berulang kali. Cuma itu yang bisa aku lakukan sekarang ini, setiap kali baca berita di koran tentang negeri kita.

Lebih sepuluh tahun yang lalu krisis global melanda dunia. Saat itu pergerakan ekonomi terhenti sejenak, kalaupun bergerak hanya untuk bertahan. Pengusaha gurem bertumbangan dengan perut melilit atau kaki teramputasi, hehehe. Dunia usaha di Indonesia mati (suri),  dan seluruh lapisan masyarakat merasakan akibatnya.

Sekarang pergerakan ekonomi belum juga membaik. Lho kok malah ditambah dengan berbagai pembatasan-pembatasan yang makin menekan pergerakan. Bahan bakar dibatasi, kalaupun ingin menggunakan lebih dari yang dijatahkan harus membeli dengan harga yang lebih tinggi. Otomatis hal ini membuat orang kalau perlu tidak memakai BBM, yang berarti juga kalau perlu tidak bergerak atau berproduksi.

Kemudian listrik. Pembatasan dengan kuota pemakaian maupun pemadaman bergiliran, otomatis juga memaksa orang untuk tidak bergerak dan berproduksi.

Nah kalau sudah ti dak ada produksi bagaimana orang punya penghasilan?? Dan kalau sudah tidak ada penghasilan bagaimana orang bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka? Kalau kebutuhan hidup tidak terpenuhi bagaimana generasi baru tumbuh dengan sehat dan cerdas? Kalau sudah tidak ada generasi baru yang sehat dan cerdas bagaimana negeri ini nantinya?  Habislah sudah negeri ini. Tak ada lagi penerusnya lagi.

Aku sangat prihatin. Semua orang amat amatsangat prihatin. Apa memang tidak ada lagi yang bisa diupayakan? Untuk anak cucu kita? Untuk generasi selanjutnya dari kita, dari negeri kita.

Za//41/66/366


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.