Dunia seharusnya mentertawakan aku. Kenapa?…begini ceritanya…..
Waktu SD sampai SMA dulu aku punya seorang teman curhat. Bob namanya. Dia teman yang sangat setia dan rela mendengarkan semua ocehan, omelan, teriakan, cekikikan, tangisan….atau apapun yang keluar dari mulut dan hati aku ini.
Setelah kuliah, kami berpisah. dia ke Brussel meneruskan sekolah dan karirnya, aku kuliah disini. Selama sekian tahun kabar yang sampai hanya sepotong-sepotong. Dia pacaran dan menikah, kemudian pindah ke Washington DC, dan yang terakhir dia kembali ke Indonesia sebagai bos besar suatu lembaga resmi pemerintah.
Beberapa taun setelah itu baru kami saling berhubungan lagi melalui internet dan telepon. Saling tanya kabar dan keluarga, tanya karier dan sebagainya….. sampai suatu saat, di bulan Juli…. Aku memang sedang berduka karena Ayahku meninggal setelah sakit cukup lama. Tiba-tiba dia telepon dan bertanya tanpa ba-bi-bu-…… “Ada apa Za?…”
Tanpa ditunggu-tunggu lagi keluar semua ganjalan dihati ini, air mata tumpah ruah, keluhan kenapa begini kenapa begitu habis sudah ditampung oleh telinga sabar dan caplangnya…hehe..hmmmm…
Dan setelah hari itu setiap hari kami saling kontak kembali seperti masa kecil dulu, berteman tanpa pretensi apapun. Segala omelan, ocehan, teriakan, cekikikan, dan tangisan kembali aku tuang habis dipangkuannya. Masih juga lewat internet, YM, Gtalk atau hp by sms…..Dan sebagai bos Lembaga pemerintahan yang sangat dominan untuk negara ini, dia sangat sabar…..sangat baik hati…..sangat pengertian, membaca dan membalas semua email, sms, dan menanggapi ajakan chat aku. Rasanya aku hampir penuh memiliki dia sebagai teman kapanpun dan dimanapun……
Sampai aku sejenak berfikir…keluarganya keberatan ga yah kalau aku sering kontak dimanapun??? sempat pula aku tanyakan hal ini kepada sahabatku. Dia hanya komentar…” ah, lu..pake nanya kayak gitu sih?” dan pembicaraan jadi buntu…. ya sudah….aku berteman lagi tanpa berfikir apapun …. curhat sampat kering….Masih by email, YM, Gtalk, atau sms.
Seperti waktu muncul, kemudian dia menghilang tiba-tiba! pet! !!!sperti ditelan bumi.
Email tidak terjawab, YM mati, Gtalk bisu, telpon apalagi!! “Duh!! Orang ini ga tau adat sekali sih?” itu hal pertama yang terlintas dikepala ku….dan aku sebagai manusia mulai bermain dengan opini-opini sederhana ku.
Hmmmm dia bosen temenan sama aku kali….atau …..hmmm mentang-mentang udah naik jabatan lagi langsung ngilang…. atau….wah jangan-jangan istrinya cemburu karena aku sahabatan dengan dia……. atau…….dan…atau….dan atau…..
Sampai aku merasa putus asa dan sakit hati oleh kelakuan dia yang seperti itu. Huh rasanya kalau ketemu aku mau bonyokin tuh kepalanya yang terlalu besar, dan ku patahkan tulang dadanya yang terlalu busung….huh SOMBONG SEKALI DIA…MERASA TIDAK BUTUH ORANG LAIN…MERASA PALING HEBAT……MENYEBALKAN…DIA MERASA PALING DIHORMATI….PALING DIHARGAI….PALING TAU….HEH!! TERLALU…AKU BENCI DIA!!!
Selama beberapa bulan opini itu terus bermain dikepala ku…sampai tiba-tiba salah seorang teman masa kecilku mengirimkan email yang isinya mengundang semua teman untuk pergi membesoek sahabatku di RS, karena sudah berbulan-bulan dia dirawat disana…..LHO??? KENAPA DIA???
Dalam perjalanan ke RS tempat sahabatku dirawat, salah seorang teman kecil yang tinggal bertetangga dengan sahabat ku bercerita bahwa, sebenarnya selama 2 taun terakhir ini kondisi dia sangat memprihatinkan….
(Lho kok bisa?…khan kita selalu kontak walaupun lewat dunia maya?…..whuaduh aku merasa kecolongan…!!)
Dua taun yang lalu, karena kesibukannya bekerja dikantor hingga larut malam, rumahnya di rampok orang dan istrinya dilukai sampai kehilangan sebelah kakinya. Dia merawat sendiri istrinya sampai sembuh dan melatihnya sampai dapat berjalan dengan menggunakan tongkat, membawa kemanapun dia pergi untuk meningkatkan kepercayaan diri sang istri. Istrinya sembuh, anak tertuanya didiagnosa kanker otak dan meninggal satu tahun kemudian, kira-kira pada bulan Juni.
Dalam kondisi dia begitu, pada saat Ayahku meninggal, dia masih bisa merasakan dan kontak langsung pada ku. Menghibur dan mendampingi aku…..walaupun hanya lewat internet….kehadirannya memang maya…tapi dapat menenangkan aku….
Lanjut temanku…pada bulan Desember kemarin… Dia didiagnosa kanker usus….dan semenjak itu dia dirawat di rumah sakit tersebut….karena tidak ingin merepotkan istri dan anak-anaknya…
Ya ampun…..jadi selama ini dia mendengarkan ocehan, omelan, complaint-an aku sambil dia di RS?????….dalam keadaan sakit ??? dan dengan penyakit yang mematikan pula ????
Masya Allah, aku tidak pernah tau keadaan dia yang “real” hanya tau kedaan berdasarkan opini-opini dan perkiraan-perkiraan manusiawi yang tidak selalu benar!! malah lebih banyak salahnya!!
Sejenak aku menyalahkan internet. Kenapa juga dia tidak mendeteksi seseorang ini sedang sakit atau tidak, atau mengirimkan gambar hanya yang real saja bukan yang dibuat fresh supaya tidak terlihat sakit????
Tapi kemudian aku berhenti menyalahkan siapa-siapa. Yang salah adalah aku!!…. Kenapa ???
Karena aku berteman dengan bayang-bayang maya sahabat kecil ku…BUKAN dengan siapa yang sedang terbaring koma menunggu ajal menjemput, dihadapan ku ini…..
Sahabat…maafkan aku….aku hanya “menghidupkan” mu sesuai dengan mau ku…dalam alam bayang ku yang tidak nyata….seharusnya aku lebih meluaskan hati dan fikir ku untuk melihat kamu secara utuh….didunia nyata maupun didunia maya……
my room, 03.08
Za,
mengenang sahabat kecilku….
Ditulis oleh zadol
Ditulis oleh zadol
Ditulis oleh zadol